01Tanda
Al-Qur'an menyatakan bahwa setiap perbuatan akan diperhitungkan dengan tepat, sekecil apa pun.
Dalam fisika, usaha melawan gravitasi bergantung pada berat benda dan perpindahan vertikalnya.

02Bukti ilmiah
Usaha oleh gravitasi
Tanpa adanya gaya lain, gravitasi menghasilkan percepatan tetap ke bawah pada setiap benda yang bergerak bebas. Di dekat permukaan Bumi, percepatan akibat gravitasi adalah g = 9.8 m/s² dan gaya gravitasi pada benda bermassa m adalah Fg = mg. Gaya gravitasi ini mudah dibayangkan terpusat pada pusat massa benda. Jika sebuah benda berpindah ke atas atau ke bawah sejauh jarak vertikal y₂ − y₁, usaha W yang dilakukan pada benda oleh beratnya mg adalah: W = Fg (y₂-y₁) = Fg Δy = - mg Δy; dengan Fg adalah berat (pound dalam satuan imperial dan newton dalam satuan SI), dan Δy adalah perubahan ketinggian y. Perhatikan bahwa usaha yang dilakukan gravitasi hanya bergantung pada gerak vertikal benda. Adanya gesekan tidak memengaruhi usaha yang dilakukan pada benda oleh beratnya.
Untuk gerak vertikal, usaha gravitasi dihitung dari berat dan perpindahan. Ayat-ayat ini tidak menyatakan persamaan fisika tersebut; kesejajaran yang bermakna ialah sebuah perbuatan dijelaskan dengan bahasa berat yang presisi.
03Ayat Al-Qur'an · Al-Qur'an 99:7-8
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ٧ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ٨
Siapa pun yang melakukan usaha kebaikan seberat atom akan melihatnya. Dan siapa pun yang melakukan usaha keburukan seberat atom akan melihatnya.
04Renungan
“Yaʿmal يَعْمَلْ” berasal dari akar ع-م-ل dan berarti ‘melakukan,’ ‘berbuat,’ atau ‘mengerjakan suatu amal.’ “Mithqāl مِثْقَال” berasal dari akar ث-ق-ل, yang makna dasarnya adalah berat atau bobot; di sini artinya ukuran berat yang pasti, bukan ‘jumlah’ yang samar.
Al-Qur’an sendiri menyempurnakan hubungan ini. “Wazn وَزْن” (penimbangan) dan “mawāzīn مَوَازِين” (timbangan-timbangan) berasal dari akar و-ز-ن. Al-Qur’an 99:7-8 menghubungkan perbuatan baik atau buruk dengan bobotnya yang paling kecil. Al-Qur’an 21:47 menyatakan bahwa timbangan keadilan akan ditegakkan dan amal seberat biji sawi pun akan dihadirkan. Al-Qur’an 7:8-9, 23:102-103, dan 101:6-9 menggambarkan timbangan yang menjadi berat atau ringan. Dibaca bersama, maknanya tegas: setiap amal akan masuk dalam penimbangan dan perhitungan Allah yang tepat dan adil; amal sekecil apa pun tidak akan hilang.
05 · Renungkan